Peran Media Sosial dalam Kebebasan Beropini di Tahun 2023, Apakah Sepenting Itu?

Di tahun 2023 ternyata peran media sosial dalam kebebasan beropini sangat penting, karena bisa menjebak seseorang masuk kedalam lembah hitam maupun putih. Kita sedang memasuki

Akhyar Media

[addtoany]

peran media sosial dalam kebebasan beropini
Peran Media Sosial dalam Kebebasan Beropini di Tahun 2023, Apakah Sepenting Itu? | Image by: freepik (Ilustrasi)

Di tahun 2023 ternyata peran media sosial dalam kebebasan beropini sangat penting, karena bisa menjebak seseorang masuk kedalam lembah hitam maupun putih.

Kita sedang memasuki era dimana segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi digital yang menawarkan kemudahan dengan akses tanpa batas.

Apa Peran Media Sosial dalam Kebebasan Beropini di Tahun 2023?

Banyak yang bertanya, apa peran media sosial dalam kebebasan beropini? Yuk simak pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Sepenting Itukah Peran Media Sosial dalam Kebebasan Beropini di Tahun 2023?

Masyarakat saat ini setidaknya memiliki kapasitas untuk mengoperasikan jejaring sosial.

Jejaring sosial menawarkan fitur-fitur yang menarik bagi masyarakat umum, seperti video call, marketplace, pengiriman pesan teks dan suara, pengiriman gambar dan video, dan masih banyak lagi.

Tentu saja, ini menggoda kebanyakan orang untuk memasang jejaring sosial, yang cenderung lebih nyaman daripada teknologi lama. Berikut ini peran media sosial dalam kebebasan beropini di tahun 2023.

Fiturnya Sangat Menarik

Kemudahan akses dan fitur-fitur canggih yang ditawarkan tentu membuat masyarakat kita berlomba-lomba menjadi pengguna jejaring sosial.

Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi, berkomunikasi jarak jauh, memesan makanan tanpa harus ke restoran, atau bahkan menyampaikan pendapatnya di akun media sosial masing-masing.

Namun perlu diperhatikan bahwa selain menawarkan berbagai kemudahan mewah, media sosial juga memiliki sisi negatif yang perlu diperhitungkan.

Banyak yang Menyalahgunakan

Jejaring sosial selalu memiliki lubangnya sendiri bagi para penjahat yang ingin melakukan kejahatannya.

Dengan jejaring sosial, mereka lebih mudah melakukan kejahatan karena identitas anonim dan kita tidak perlu mengenal korban secara langsung untuk melakukan kejahatan.

Berita palsu, tindakan rasisme terhadap kelompok tertentu, kampanye hitam, cyberbullying, dan yang terjadi akhir-akhir ini yaitu pengiriman opini dan kritik yang berakhir dengan ujaran kebencian.

Bisa Mengungkapkan Pendapat

Sebagian besar pengguna media sosial, terutama di platform Twitter, suka mengungkapkan pendapat mereka tentang setiap topik atau berita yang sedang viral saat ini.

Penyampaian pendapat dan kritik, jika dilakukan dengan bahasa yang baik dan santun, tidak akan mengundang ujaran kebencian atau ujaran kebencian.

Ujaran kebencian terjadi karena seseorang merasa memiliki kesempatan untuk menyebarkan kebencian terhadap suatu isu atau terhadap seseorang yang dibencinya sejak awal.

Maka lihatlah bahwa ada peluang dan waktu yang tepat untuk memposting ujaran kebencian.

Rata-rata orang yang memposting ujaran kebencian selalu bersembunyi di balik kata ‘kritik’ dan ‘saran’, padahal sifat kritik dan saran itu adalah membangun bukan meruntuhkan.

Bijaklah Ketika Menggunakan Media Sosial

Bijak berpendapat di media sosial itu sangat penting, karena kita tidak pernah tahu apakah postingan kita merugikan orang lain atau tidak.

Berikan pendapat, kritik dan saran yang tidak menyurutkan hati orang lain.

Meskipun jejaring sosial yang kita gunakan bersifat anonim, bukan berarti kita bisa melakukan ujaran kebencian tanpa mengetahui etika jejaring sosial.

Penutup

Karena peran media sosial dalam kebebasan beropini di tahun 2023 ini sangat penting, maka gunakanlah sosial media dengan bijak ya.

Related Post

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer